Matsushima – Teluk Para Dewa di Negeri Sakura

matsushima, tempat wisata di jepang, wisata budaya di jepang, wisata sejarah di jepang,

Jika Anda ingin menikmati suasana lain negeri Sakura, cobalah mengunjungi Matsushima, sebuah kota kecil di Timur Laut Sendai. Matsushima berasal dari kata Matsu yang berarti pinus dan shima dalam bahasa Jepang yang artinya pulau. Matsushima adalah satu dari tiga tempat yang paling indah di Jepang, selain Miyajima dan Amanohashidate, atau yang biasa disebut Three of Japan Nihon Sankei. Di Matsushima sendiri dari musim ke musim memberikan pemandangan yang berbeda akibat pengaruh warna pepohonan pinus yang hampir sebagian besar menaungi daerah tersebut.

Di depan pantai Matsushima terdapat kurang lebih 260 gugusan pulau-pulau kecil yang indah. Adanya pulau-pulau ini, tidak hanya menambah keindahan di sekitar Matsushima melainkan juga melindunginya dari ombak besar seperti tsunami yang terjadi pada tahun 2011 lalu. Matsushima atau lebih terkenal dengan Matsushima bay telah lama diyakini sebagai tempat singgah para dewa. Matsushima kini menjadi salah satu tujuan wisata yang selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Para pengunjung ini kebanyakan datang dan menyewa kapal pesiar untuk berkeliling pulau, namun ada juga yang sekedar menikmati pemandangan laut biru yang tenang dari empat lokasi berbeda di atas bukit. Keempat bukit itu disebut “Matsushima Shidaikan”, yaitu Ogi-tani, Tomi-yama, Otaka-mori, dan Tamon-zan.

kuil godai do, matsushima, tempat wisata di jepang, wisata budaya di jepang, wisata sejarah di jepang,
Godai-do Temple

Setiap bulan Agustus, di Matsushima diadakan festival lentera dan kembang api. Kegiatan ini dikenal dengan nama Matsushima Toro Nagashi Hanabi Taikai, dimana ratusan lentera menghiasi teluk sepanjang sore hingga malam hari. Ketika ribuan kembang api diluncurkan ke langit, suasananya pun begitu cantik dan magis.

Disana terdapat kuil kecil yang disebut Godai-do Temple, simbol dari Matsushima. Kuil ini dibangun pada tahun 807 dan merupakan persembahan kepada lima dewa. Di dalam kuil itu terdapat patung-patung yang melambangkan kelima dewa tersebut. Patung-patung itu hanya ditampikan ke publik setiap 33 tahun sekali, tahun terakhir mereka ditampilkan yaitu pada tahun 2006. Eksterior kuil dihiasi ukiran kecil duabelas binatang dari kalender lunar, tiga ukiran disetiap sisinya. Kuil yang telah direkonstruksi uang pada tahun 1604 ini masih berfungsi sebagaimana awalnya, bahkan beberapa turis lokalpun tak jarang terlihat sedang berdoa di depan kuil.

matsushima, tempat wisata di jepang, wisata budaya di jepang, wisata sejarah di jepang, jembatan ke pulau, jembatan merah

Dari sini, Anda dapat melanjutkan perjalanan melalui sebuah jembatan panjang berwarna merah yang menghubungkan ke sebuah pulau bernama Pulau Fukuura atau Fukuurajima yang bias dikatakan sebagai kebun botani alami. Jembatan sepanjang 257 meter ini sempat rusak tersapu tsunami tahun 2011. Untuk masuk ke sini, kita dikenai biaya retribusi sebesar 20 Yen. Dibutuhkan sekitar satu jam berjalan santai untuk mencapai pulau Fukuura sambil menikmati pemandangan teluk.

Setelah lelah mengelilingi pulau, Anda dapat beristirahat sejenak sambil berbelanja souvenir di toko-toko yang tertata rapi di sepanjang jalan utama. Atau Anda dapat juga singgah mengisi perut yang kosong di beberapa rumah makan yang terdapat di sana. Salah satu yang  menarik adalah resto yang berada di samping gerbang utama menuju kuil Zuiganji. Resto ini menyajikan makanan lokal yang terkenal di daerah Tohoku, yaitu lidah sapi.

Kuil Zunganji adalah kuil yang terkenal di Tohoku yang didirikan pada tahun 828. Pada awalnya, kuil ini merupakan kuil bagi penganut sekte Tendai yang kemudian menjadi Kuil Zen. Setelah mengalami kemunduran selama bertahun-tahun, akhirnya seorang tuan tanah Date Masamune membangun kembali kuil tersebut sebagai kuil keluarga pada tahun 1609. Di dalam kuil ini terdapat sebuah museum seni (The Zuiganji Seiryuden Art Museum) dimana tiap kali diadakan pameran benda seni berupa peninggalan budaya nasional.

Leave a Reply