Bangkok – Spot Wisata https://spotwisata.com Temukan ragam info seputar spot, tips, dan serba-serbi wisata yang menarik, di sini. Thu, 07 Apr 2022 15:38:06 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.3.12 https://spotwisata.com/wp-content/uploads/2019/10/Spot-Wisata-1-150x150.png Bangkok – Spot Wisata https://spotwisata.com 32 32 Lumphini Park, Taman Publik Cantik di Tengah Hiruk Pikuk Kota Bangkok https://spotwisata.com/lumphini-park-bangkok/ https://spotwisata.com/lumphini-park-bangkok/#respond Thu, 07 Apr 2022 15:26:07 +0000 https://spotwisata.com/?p=1030 It’s been a year since my last article. Here we go, another interesting story from 2019. More like, a fallin’ love story, but with a…

The post Lumphini Park, Taman Publik Cantik di Tengah Hiruk Pikuk Kota Bangkok appeared first on Spot Wisata.

]]>
It’s been a year since my last article. Here we go, another interesting story from 2019. More like, a fallin’ love story, but with a public park. Haha.

Thai Tea Thailand
Autentik Thai Tea, beli di Pasar Chatuchak sebelum ke Lumphini Park.

Masih ngomongin soal Bangkok, menurut gue nggak lengkap kalo nggak bahas soal taman publiknya. Di tengah hiruk pikuknya kota metropolitan yang satu ini, taman publik bisa jadi area refreshing yang menyenangkan buat masyarakat setempat maupun wisatawan kayak gue ini. Yang terpenting, gratis. 😆

2019 lalu solo trip ke Thailand, gue sengaja udah ngeluangin waktu buat chill satu hari tanpa harus berkunjung ke tempat-tempat ikonik. Pengen slow living aja seharian. Bangun pagi, sarapan di rooftop hostel, keliling kota naik BTS, dengan tujuan akhir sorenya ke Lumphini Park: taman publik yang cantik di tengah Bangkok.

Tentu, Lumphini bukan satu-satunya taman publik yang ada di Bangkok. Ada belasan taman publik lain yang nggak kalah menarik. Hanya aja, yah gue nggak punya banyak waktu buat ngunjungin semuanya dalam 9 hari trip. Karena mesti pindah kota & ada itinerary yang harus dijalanin.

Senam massal di Lumphini Park.

Jadilah gue menjatuhkan pilihan pada Lumphini Park. Yang konon katanya, setelah gue riset sana-sini di internet, adalah Best of The Best Public Park in Bangkok. Nggak pikir panjang, ya langsung sikat masukin itinerary. Dan, setelah sampai sana, gue ngerasa beruntung udah bikin keputusan tepat buat berkunjung ke taman yang super menarik ini.

Kenapa?

Lumphini Park Is The First Public Park In Bangkok

Lumphini Park
Monumen utama di dekat pintu masuk Lumphini Park.

Dari informasi yang tertera di situs tourismthailand.org, Lumphini Park adalah taman publik pertama yang ada atau dibangun di Kota Bangkok. Taman yang multifungsi buat masyarakat untuk melakukan berbagai aktivitas outdoor. Mulai dari, olahraga, senam, sekadar duduk dan piknik, baca buku, dengerin musik, dan masih banyak lagi sesuai preferensi.

Nah, nama Lumphini juga konon diambil dari nama lokasi atau tempat kelahiran Siddharta Gautama di Nepal, yaitu “Lumbini”. Ini cukup menarik tapi nggak begitu mengherankan karena Buddha adalah agama mayoritas masyarakat Thailand.

Taman ini punya luas sekitar 142 hektar yang kabarnya, dulu adalah properti atau lahan pribadi dari Raja Rama VI yang dibangun tahun 1920. Nah, sekitar tahun 1925, Raja Rama VI mendonasikan lahan ini kepada negara dan masyarakat sebagai lahan atau area publik.

Ketika gue ke sana, gue sendiri lumayan tercengang ngeliat taman publik hijau yang sebegitu luasnya. Ditambah, di Lumphini Park bukan cuma ada pohon, bunga, dan aneka tanaman hijau standar taman publik biasanya, tapi ada juga danau buatan yang luas dan berbagai hewan yang hidup bebas di sana.

Lumphini Park Bangkok
Stepped into the park!

Gue duduk di pinggir danau dengan latar belakang gedung-gedung tinggi khas kota metropolitan. Ngeliatin gerombolan burung merpati terbang dan bangau cari makan. Well, seharian ngabisin waktu di taman ini pun kayaknya gue akan seneng-seneng aja.

Taman Lumphini Bangkok
Danau & gerombolan burung merpati di Lumphini Park.

Ramai banget, tapi emang pada dasarnya taman ini punya vibes yang fresh dan menyenangkan. Plus, terawat dengan baik, yang gue lihat saat itu.

Lokasi dan Akses Transportasi Menuju Lumphini Park

Map Chatuchak
Papan rute MRT di Taman Pasar Chatuchak.

Lokasi Lumphini Park ada di Rama IV Road, Bangkok. Bisa pake Google Maps juga dan dijamin akurat.

Karena gue dari Pasar Chatuchak, gue ke Lumphini Park naik MRT dari Stasiun Si Lom. Turunnya di Stasiun MRT Lumphini, cuma 1 stasiun dan deket banget emang. Bisa juga diakses pake BTS Skytrain, tapi seinget gue tetep harus interchange sama MRT.

Kalo mau cepet, ya bisa pake taksi meter atau Grab. Ada juga akses transportasi lain kayak bus kota, tapi gue sendiri kurang tahu detailnya. Yaa, yang paling gampang diakses dan dibaca rutenya sih BTS dan MRT. Terutama buat wisatawan yang emang mau & suka eksplor.

Yang gue suka dari Bangkok juga, semua rute dan penunjuk arah BTS & MRT itu mudah dan jelas dibaca. Tinggal ikutin aja. Kalo bingung, tanya. Dijamin, nggak bakal nyasar.

Thai-Japanese Bridge & King Rama VI Monument

Thai-Japanese Bridge, Bangkok.
Thai-Japanese Bridge di dekat Lumphini Park.

Turun dari MRT Lumphini, gue jalan kaki sedikit ngelewatin Thai-Japanese Bridge yang posisinya cukup menarik perhatian. Sempet ambil foto dan sedikit kepo, kenapa ya bisa ada jembatan ini? Ternyata ini adalah jembatan yang dibangun sebagai tanda persahabatan antara Jepang & Thailand. Mungkin karena hubungan bilateral atau ekonomi.

Monumen King Rama VI
Monumen King Rama VI.

Nah, nggak lama jalan kaki setelah lewatin jembatan ini, gue pun sampai di depan taman Lumphini dan disambut oleh Monumen King Rama VI dengan latar belakang gedung-gedung perkantoran plus jalur kereta BTS.

Berbagai Atraksi di Lumphini Park: dari Track Lari sampai Perahu Angsa

Lumphini Park, Bangkok.

Nggak kayak taman publik pada umumnya, Lumphini Park punya berbagai atraksi yang bisa bikin orang jatuh cinta dan betah lama-lama di sini. Atraksi yang ada di Lumphini lebih beragam karena lahannya yang memang lebih luas dibanding taman publik kebanyakan.

Track lari udah pasti ada, standar taman publik. Berbagai patung dan paviliun buat ngumpul dan santai-santai juga ada. Area bermain anak, outdoor gym, lapangan tenis, dan spaces untuk berbagai jenis aktivitas seperti olahraga dan club-club.

Outlet tiket buat naik angsa alias bebek-bebekan di danau Lumphini Park.

Salah satu yang paling menarik perhatian dari Lumphini tentu aja adalah danau yang luas di tengah taman dan atraksi perahu angsanya yang bisa disewa pengunjung. Kalo di sini, kita kan biasa nyebutnya bebek-bebekan, ya. Naik berdua, terus dikayuh deh keliling area danau.

Buat sewa bebek-bebekan di Lumphini Park, kita cuma perlu ngerogoh kocek sebesar 40 Baht atau sekitar Rp18.000 sampai Rp20.000. Harga ini berlaku untuk durasi 30 menit. Kita juga perlu bayar deposit sebesar 80 Baht atau Rp35.000 pas beli tiket sebagai jaminan buat ngembaliin bebek-bebekannya ke pinggir on time. Kalo waktunya kelebihan karena keasikan ngayuh, ya bakal dipotong dari uang deposit tsb buat sisa pembayarannya.

Sayangnya, karena gue solo trip, gue nggak bisa nyobain bebek-bebekan ini. Soalnya supaya seimbang, naik bebek ini mesti sepasang dan dikayuh bareng. Padahal, sekeliling danau Lumphini Park menarik banget buat dieksplor lewat air. Tapi, yah apa daya, mereka cuma nyewain bebek-bebekannya, nggak nyewain partner, hahaha. Alhasil, gue cuma bisa ngeliatin dari pinggir danau sambil merhatiin bangau-bangau yang lagi cari makan di air.

Bangau asli vs angsa replika. :))

Asli, ini pemandangan bagus & epic banget. Ada perahu angsa atau bebek-bebekan, tapi ada juga bangau asli di pinggir danau yang warnanya sama-sama putih. Kayak ngeliat real version dan replica version dalam satu waktu, meskipun beda jenis hewan. Gue senyum-senyum sendiri ngeliatnya. :)))

Berbagai Hewan di Lumphini Park: dari Biawak, Tupai, sampai Bangau

Yang nggak kalah menarik lainnya dari Lumphini sekaligus jadi daya tarik utama taman publik Krung Thep ini adalah adanya berbagai hewan yang hidup bebas di sini. Bukan cuma sekadar ikan di kolam, tapi juga biawak besar, bangau, tupai, kura-kura, dan beraneka jenis burung mulai dari merpati sampai murai.

Sayangnya, yang sempet gue liat di Lumphini cuma bangau-bangau dan gerombolan burung merpati di pinggir danau. Kura-kura apalagi biawak besar, jujur gue nggak tau di mana lokasi tepatnya di taman yang luasnya berhektar-hektar ini. Dan takut juga sih kalo ketemu. :))

Sempet riset dan dapat info kalo biawak-biawak besar yang ada di taman ini sebenernya nggak bahaya. Tapi ya cukup bikin takut dan ngagetin pas muncul di track running. Untungnya saat itu, gue nggak ketemu sama binatang satu ini. Meski sebenernya penasaran juga, ahaha.

Taman bermain di Lumphini Park.

Berhubung waktu itu sampe Lumphini jam 4 sore, waktu buat eksplor taman ini nggak begitu banyak. Ditambah, gue udah telanjur nyaman duduk di pinggir danau ngeliatin bangau. Sambil nunggu sunset, gue juga keliling-keliling area taman yang deket-deket kayak area taman bermain anak dan paviliun-paviliunnya.

Sunset di Lumphini Park

Lumphini Park, Bangkok.
Sunset di Lumphini Park, Bangkok.

Nggak kalah bagusnya sama sunset di pantai, di Lumphini Park, sesi matahari terbenam waktu gue berkunjung itu juga lagi sama bagusnya. Selain suhu Kota Bangkok yang memang kering, gue dateng ke Thai saat itu pas masih musim panas. Jadi, kondisi cuaca dan langit lagi terang dan bagus-bagusnya. Tentu aja, ngedapetin panorama sunset yang bagus bukan perkara susah.

Abis keliling-keliling taman bentar, gue balik lagi ke sekitar pinggir danau buat ngeliat cantiknya matahari terbenam di balik gedung-gedung bangunan yang berdiri kokoh. Ditambah, pohon-pohon yang rindang di sekitar danau saat itu juga berubah menjadi siluet yang bikin pemandangan sunset jadi makin ciamik.

Sunset at Lumphini Park.
Another beautiful sunset angle from Lumphini Park.

Cuma modal iPhone 6 seadanya, beruntungnya, gue berhasil nge-capture panorama saat itu yang lumayan memorable. Puas cekrak-cekrek, sambil jalan, gue juga sambil nyari jalan keluar taman karena udah mau jam 7-an. Satu-satu pengunjung taman udah mulai pulang & sepi.

Habis Dari Lumphini Park, Enaknya Ke Mana?

Karena masih sore, gue mutusin buat lanjut ngebolang ke Bangkok Art and Culture Centre (BACC) di dekat Siam Square. Lanjut naik MRT & BTS karena saling terhubung. Emang dasar gue norak aja sih, bangku banyak kosong ya tapi demennya diri buat liatin jalanan. :))

Suasana di dalam MRT menuju BACC.

Seinget gue, pas turun dari BTS, gue bisa langsung konek ke jembatan menuju mal dan juga BACC. Plus, gue bisa liat jembatan yang ada tulisan “Bangkok, City of Life” ini. Bukan cuma sebatas jembatan, tapi jembatan ini juga punya banyak space yang ada kursi-kursi buat warga sekadar menikmati pemandangan sekitar & lampu-lampu jalan. Jembatan ini juga menghubungkan antara mal dan tempat-tempat di sekitar BACC.

Jembatan BACC.

Sesuai namanya, BACC ini adalah tempat & pusat pameran berbagai karya seni. Dari lukisan, patung, dan berbagai ekshibisi, biasanya sering digelar di tempat ini. Gue masih inget banget di tahun 2018 gue ke Bangkok, gue sempet nonton ekshibisi tentang #DontTellMeHowtoDress.

Yang kurang lebih menyampaikan pesan bahwa perempuan nggak seharusnya diatur harus pakai apa demi untuk menghindari kekerasan atau pelecehan seksual. Karena, apa pun pakaiannya, sumber masalah sebenarnya adalah di otak pelaku, sama sekali bukan di korban. Di ekshibisi ini juga ditunjukin berbagai kisah perempuan yang mengalami pelecehan dan kekerasan seksual, padahal saat itu mereka sedang pakai seragam sekolah, baju seragam kerja, dan yang menyedihkan, ada baju anak-anak. Jujur, gue speechless dan sedih. Salah satu ekshibisi yang bagus dan berkesan yang pernah gue datengin.

Bangkok Art and Culture Centre, Thailand.

 

Bangkok Art & Culture Centre.
Interior dalam BACC.

 

Pameran Lukisan di BACC.

 

Karya seni pop di BACC.

Gue agak lupa BACC saat itu tutup jam 7 atau jam 8 malam. Yang pasti, gue gak lama di sana karena udah bentar lagi tutup. Nah, perjalanan hari itu pun gue sudahi dengan keliling daerah BACC dan akhirnya gue balik ke hostel. Bonus foto sudut bangunan BACC dari angle lain yang menarik & memorable untuk gue pribadi.

Sudut BACC lainnya yang menarik.

Salah satu hal yang gue syukuri dari trip ini adalah, gue sendirian, jadi bisa eksplor banyak. Dan kalo dipikir-pikir, jalan seharian random, tried to living like locals, somehow ngasih gue energi tersendiri dan bisa lebih kenal sama sisi lain dari Bangkok.

Gue cukup menikmati naik transportasi umum di Bangkok, terutama BTS. Ngeliat lampu-lampu jalan, mampir tempat makan yang enak, dan bisa eksplor jalan sekitar stasiun BTS.

I love this city & its beauty, as much as I love myself. Can’t wait to meet you again, Bangkok!

Pulang ke hostel naik BTS.

The post Lumphini Park, Taman Publik Cantik di Tengah Hiruk Pikuk Kota Bangkok appeared first on Spot Wisata.

]]>
https://spotwisata.com/lumphini-park-bangkok/feed/ 0